Jumat, 12 Oktober 2012

Makalah Tes Pilihan Ganda


Multiple choice test atau yang lebih dikenal dengan tes pilihan ganda adalah sejenis tes objektif yang masing-masing butir tes nya memiliki lebih dari dua pilihan jawaban. Jumlah pilihan ini terdiri sekurang-kurangnya tiga, pada umumnya empat, dan kadang-kadang lima. Dari lima pernyataan tersebut hanya terdapat satu pernyataan yang benar atau jawaban kunci. Sedangkan yang lain nya adalah jawaban/pernyataan yang difungsikan sebagai jawaban pengecoh. Secara harfiah jawaban pengecoh digunakan untuk menguji/mengetes peserta sebagai alat ukur kemampuan menguasai materi yang diujikan. Dengan jumlah pilihan yang lebih banyak (dibandingkan dengan pilihan salah-benar) tes pilihan ganda memiliki keampuhan dalam sifat menjebak, yaitu berkurang nya presentase kuatnya pilihan. Hal ini bila dihitung secara matematis hasil setiap pernyataan akan berpresentase sekitar 25% dari setiap pernyataan (pernyataan sebanyak 4 pilihan). Sifat dari tes pilihan ganda meliputi beberapa rincian, yaitu ciri-ciri pokok, kelebihan test pilihan ganda, kelemahan pilihan ganda, pengembangan dan penggunaan tes pilihan ganda.

Kelebihan tes pilihan ganda
Dengan ciri-ciri atau penjelasan diatas, tentunya suatu metode mempunyai kelebihan begitu pula kekurangan. Kelebihan-kelebihan pertama dari tes pilihan ganda ini meliputi ;
1.      Peluang sama untuk jawaban benar dengan sekedar menebak dibandingkan tes benar-salah
2.      Cakupan materi tes yang lebih luas
3.      Cara menjawab yang sederhana
4.      Pemeriksaan jawaban yang lebih sederhana
5.      Analisis yang lebih mudah dilakukan terhadap masing-masing butir tes maupun tes secara keseluruhan karena sekedar didasarkan atas jumlah atau presentase termasuk penghitungan realibilitas tes.
Kelemahan tes pilihan ganda
Kelemahan yang paling menonjol dalam penggunaan tes pilihan ganda adalah tersedianya peluang yang terbuka lebar bagi peserta tes yang semata-mata didasarkan atas tebakan. Hal ini sering kali terjadi karena peserta tes kurang memahami atau bahkan sekedar menjawab tanpa berpikir dengan mencerminkan pemahaman/persoalan seperti yang dirumuskan dalam pernyataan pokok. Cara umum yang bisa dilakukan seorang pemakai tes untuk mengurangi resiko jawaban sekedar tebak adalah merumuskan pilihan-pilihan itu sedemikian rupa sehingga menempatkan peserta tes pada posisi untuk menentukan pilihannya berdasarkan nalar dan pengetahuannya. Seperti, mengusahakan adanya kemiripan yang maksimal diantara pilihan-pilihan jawabannya. Kemiripan-kemiripan itu dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, antara lain pilihan yang sama panjang, terdiri dari jumlah kata yang sama dan sebagainya.
Hal lain yang pernah dilakukan oleh sekelompok orang atau lembaga untuk menekan jawaban tebakkan yaitu dengan menggunakan sistem denda (correction for quessing). Sistem denda ini didasarkan sebagai hukuman, walaupun sebagian orang menganggap hal yang tak patut diseyogyakan sebab dianggap bermasalah.
Untuk formula dari hukum denda (pengurangan skor):
SA = ∑ JB – (∑ JS: JA )

Dengan kriteria sebagai berikut :
SA :     = Skor akhir
                                                            ∑ jb     = Jumlah jawaban yang bwner
                                                            ∑JS      = Jumlah jawaban yang salah
                                                            JA        = Jumlah pilihan jawaban setiap butir

Namun permasalahan yang terjadi adalah dari mana seorang kolektor dapat mengatakan bahwa jawaban yang terjadi adalah jawaban dengan cara sekedar tebakan? Oleh karena tidak adanya kejelasan kriteria yang digunakan untuk menentukan jawaban hasil tebakan sistem ini lebih banyak menjadi bagian dari sekedar wacana teoritik tanpa ada penerapan dalam praktek.
Kelemahan lain yaitu terkait dengan masalah validitas bagi pemakai tes jenis pilihan ganda adalah dengan sekedar mengenali dan memilih salah satu pilihan jawaban, tes pilihan ganda dianggap sekedar mampu menyadap kemampuan yang bersifat pasif-reseptif. Sehingga yang terjadi cara semacam itu tidak memungkinkan memperoleh kesan tentang kemampuan lain yang bersifat aktif-produktif untuk mengungkapkan pikiran dalam bentuk wacana lisan atau tulis.

Pengembangan tes pilihan ganda
Dengan memperhatikan segala bentuk kelemahan dalam tes pilihan ganda, pengembangan dan penggunaan tes pilihan ganda perlu dilakukan dengan mengusahakan dilakukan nya langkah-langkah pencegahan yang menyangkut perumusan pernyataan pokok, perumusan dan penyusunan pilihan jawaban (jawaban kunci dan pengecoh).

a.    Perumusan pernyataan pokok
Pernyataan pokok yang merupakan bagian awal dari suatu butir tes pilihan ganda dapat berupa pernyataan yang harus disikapi atau pertanyaan yang harus dijawab. Dalam hal ini sebaiknya pernyataan pokok sebaiknya merupakan pernyataan yang utuh dan bukan merupakan kalimat yang belum selesai dan harus dilengkapi dengan salah satu pilihan jawaban.

b.   Perumusan dan penyusunan pilihan jawaban
Dalam pembuatan perumusan masalah rumusan dan susunan pilihan jawaban haruslah sebaik mungkin memaksa peserta tes untuk berfikir secara kritis sebelum menentukan pilihan jawabannya . Secara garis besar hal ini dapat dilakukan dengan mengusahakan agar pilihan-pilihan itu sejauh mungkin mirip satu sama lain dalam berbagai hal, terutama dalam makna, dan kaitannya dengan pernyataan pokok serta ciri-ciri kebahasaannya. Hal ini diupayakan agar peserta tes benar-benar menggunakan pengetahuannya dalam menjawab soal-soal pilihan ganda tersebut.
Secara garis besar bila hal ini dikesampingkan mempunyai efek yang sangat berisiko, khususnya tujuan pengurangan jawaban secara random atau tebakan tidak dapat dielakkan dan juga presentase hasil setiap butir nya menjadi berkurang.
Pilihan jawaban yang baik adalah pilihan yang mirip satu sama lain, kemiripan itu sedapat mungkin meliputi berbagai aspek, baik bentuk, makna maupun panjang pendeknya kalimat, frasa atau kata-kata yang digunakan untuk merumuskannya. Syarat kemiripan antar pilihan jawaban dari segi makna menuntut adanya hubungan yang jelas, wajar, dan masuk akal antara pilihan jawaban dengan pernyataan pokoknya. Selain dari sisi makna panjang pendeknya sebuah pilihan juga sangat berpengaruh, sebab merupakan sisi lain dari kemiripan yang dipersyaratkan. Hal itu ada kaitannya dengan kenyataan bahwa untuk dapat mengungkapkan jawaban yang benar diperlukan penggunaan bahasa yang diperlukan penggunaan bahasa yang lebih lengkap dan lebih panjang dari pada jawaban yang tidak benar. Dengan demikian tes jenis pilihan ganda yang dimaksudkan untuk dijawab atas dasar pengertian.
Kehatian-kehatian terakhir yang bersifat teknis yaitu peletakkan jawaban kunci. Hal ini untuk mengurangi kecenderungan menjawab tanpa berfikir kritis, sebab apabila sebuah kunci cenderung mengikuti sebuah pola maka tidak menutup kemungkinan dugaan-dugaan dari peserta tes untuk menebak sebuah pola kunci jawaban.