Kamis, 25 Juli 2013

MENGALIR SEPERTI AIR



 
Begitu pula dengan aku, aku tak ingin berteman atau kenal orang lain hanya dari materi,suku,agama,ras atau kepopuleranya, aku berteman dengan siapa saja, aku tak ingin memandang siapa orang itu. Ada pepatah mengatakan “Don’t buy friends with present,if you stop giving, they’ll stop loving” yang artinya: jangan membeli teman dengan hadiah,kalau kamu berhenti memberi maka mereka pun juga akan berhenti mencintaimu. So I wouldn’t people as it because for me, life is not valuable for some one who doesn’t have true friend, so make friend and don’t buy friend because a friend in need is a friend indeed.
Air memberikan kekuatan untukku, air telah membuatku merasa tenang. Setiap aku sedih air mataku mengalir tanpa henti, tetapi aku sadar tanpa ada kesedihan tak kan ada kebahagiaan, tanpa ada kebohongan tak akan ada kejujuran. Dunia ini mempunyai dua sisi yang berbeda, tetapi tanpa adanya dua sisi kehidupan ini manusia tidak akan bisa mengerti akan arti hidup ini, karena

manusia hanya akan merasakan satu sisi di hidup ini. Dengan adanya dua sisi kehidupan ini manusia akan mengerti arti kehidupan ini karena hanya penderitaan hidup yang dapat mengajarkan manusia menghargai kebaikan dan keindahan hidup. Dengan dua sisi kehidupan ini manusia akan belajar memahami arti hidup ini. Hujan adalah anugerah terindah yang tuhan berikan kepada manusia. Hujan sangat berarti bagiku, ada ketenangan dan kegembiraan dibalik hujan. Hujan membawa semua beban dan kesedihanku mengalir kelaut lepas,membuat semua beban ini hilang, setiap gemercik air yang turun  memberikan aku ketenagan dan kesegaran. Sesudah hujan reda terdengar suara burung bersayup-sayup,suara katak yang bernyanyi seperti paduan suara,bunga bunga yang layu mulai mekar kembali,daun-daun yang berguguran mulai bersemi kembali. Sungguh hujan memberikan kegembiraan pada setiap makhluk hidup didunia ini.

Aku disini berdiri tegap memandang kedepan untuk sebuah tujuan dan cita-cita.walaupun banyak sekali rintangan yang menghadang, aku akan tetap maju demi Masa depanku.aku sadar,aku tak akan bisa sampai disini tanpa orang tua. Mereka tlah mengorbankan segalanya kepadaku, materi,tenaga,pikiran tlah mereka berikan semua untukku. Mereka bekerja banting tulang hanya untukku.terkadang aku berfikir apa yang mereka dapatkan dariku. Tak ada! Padahal aku yang mempunyai cita-cita,aku yang punya mimpi tapi kenapa mereka yang berkorban tuk aku mewujudkan cita-citaku sendiri, aku sedih memikirkan ini, aku berfikir aku adalah beban buat mereka. Tetapi kenapa mereka senang melakukan semua ini untukku,sungguh aku tlah sadar, beginilah menjadi orang tua mereka lebih memilih mengorbankan semua yang mereka miliki demi kebahagiaan anak-anaknya. Meskipun sesungguhnya mereka merasa lelah dengan semua ini tetapi mereka tetap melakukanya dengan sepenuh hati. Bagi mereka sedihku pilu mereka dan kebahagiaanku adalah kebahagiaan mereka. Mereka hanya ingin melihat aku bahagia,mereka tak pernah meminta imbalan. Setiap doa yang mereka panjatkan selalu tersebut namaku, selalu aku. Mereka tak pernah memikirkan dirinya sendiri,mereka selalu memikirkan aku. Dan aku lebih sering memikrkan diriku sendiri. Mereka selalu berusaha memenuhi semua permintaan dan keinginanku. Setahun yang lalu setelah lulus dari SMA aku dan teman-temanku ikut bimbingan belajar di salah satu bimbingan belajar terbaik di metro. Padahal bapakku tidak mengizinkanya,tetapi aku selalu meyakinkan dia bahwa jika aku bimbel disana aku akan masuk keperguruan tinggi yang aku inginkan. Dan akhirnya bapaku mengizinkan aku untuk ikut, sementara aku sama sekali tidak pernah meninggalkan rumah dan orangtuaku, aku selalu ada dirumah dan aku tidak betah tinggal ditempat orang lain,tetapi aku memberanikan diri untuk tetap pergi, demi mewujudkan cita citaku. Yang ada dipikiranku saat itu adalah cita-cita, aku tidak memikirkan bagaimana jika aku jauh dari orangtuaku. Dan akhirnya aku pergi meninggalkan rumah dan keluarga, aku dan temanku mendapatkan kos yang sangat dekat dari tempatku belajar, hanya didepanya,tetapi tidak ada yang kos disana,hanya kami berdua. Kami berfikir yang penting belajar. Beberapa hari tinggal disana kami sangat betah karena ibu kos sangat baik, tetapi itu tidak berlangsung lama, seminggu kemudian terlihat bahwa semua yang dia lakukan adalah siasat belaka untuk merayu kami bisa kos di tempat dia. Pada suatu hari ibuku datang menemuiku,dan dia menyambut ibuku dengan ramah, dia mengatakan bahwa aku baik-baik saja tinggal disana padahal kenyataanya omongan dia hanya sebatas kiasan, setelah ibuku pulang dia merayuku untuk memberikan berasku kepadanya dia mengatakan bahwa dia akan mengganti berasku dengan makanku selama 1bulan disana,dan akhirnya aku memberikanya kepadanya karena aku berfikir aku tidak repot masak sendiri. Dan setiap kami disuruh untuk membersihkan halaman rumahnya yang selalu digunakan untuk tempat parkir , dan dia akan memberikan imbalan kue dipagi hari, dan aku dan temanku senang hati melakukanya karena akupun sudah terbiasa menyapu halaman dan bagiku itu merupakan pekerjaan yang sangat ringan. Dua hari tiga hari kami biasa saja tetapi lama-lama kami seperti dijadikan pembantu,kami disuruh nyuci piring,menyapu lantai,ngepel dan lain-lain,tetapi bukan itu saja kami diberi makanan yang sudah basi,dia memberikan kami makanan sisa dari warung makanya yang sudah 3hari.dan kami hanya diberi makan pagi hari saja,sehingga aku dan temanku harus mencari alasan untuk mencari makanan di pasar,walaupun pasarnya sangat dekat hanya 20M dari kos kami,kami harus hati-hati agar tidak ketahuan,karena jika ketahuan kami dimarahi oleh dia. Dan suatu hari dirumahnya ada acara keluarga,jadi semua keluarganya datang kerumahnya,dan pada saat itu juga aku sedang sakit, sudah 2hari aku sakit karena aku jarang makan,makanan yang dia berikan tidak pernah aku makan. Pada saat keluarganya kumpul aku teriak-teriak kesakitan tapi dia dan semua keluarganya tidak peduli,mereka semua seperti tak punya hati.dan temanku mau kekos ku karena sangat khawatir sekali,tetapi aku larang karena jika teman-temanku kekos ku mereka juga akan kena fitnah dia. Aku pun tidak berani bilang kepada orang tua saya karena aku takut mereka akan khawatir,jadi setiap aku telepon ibuku aku bilang aku baik-baik saja disini. pada hari sabtu sepulang BIMBEL kami berdua pulang kampung karena aku sudah tidak kuat,sudah berhari-hari tidak makan hanya minum,badanku kurus kering dan sangat pucat. Sesampai dirumah ibuku menagis,dia kaget aku jadi seperti ini,sehingga aku bilang jujur kepada semua keluargaku,mereka semua sangat sedih melihatku seperti ini. Sehari kemudian kami pulang kembali kesana, aku dibawakan susu,roti dan makanan lain untuk disana. Walaupun ibuku tidak rela aku kembali kesana tapi aku harus kembali,aku tidak akan menyerah hanya karena masalah seperti ini,aku anngap semua ini adalah ujian buat ku untuk menggapai cita-citaku. Setelah aku sampai disana aku memberikan kelanting kepadanya,bagaimanapun juga dia adalah ibu kos ku,aku manusia yang masih punya hati nurani, tapi ketika kami pulang BIMBEL yang aku berikan untuk dia malah dia jual diwarung,aku sangat sakit hatai sekali, kenapa dia jual pemberianku, aku tahu sudah hak dia tapi dia sama sekali tidak menghargai pemberianku. Dan ketika temanku yang lain numpang mandi dikos ku dia marah-marah,dia bilang “kalau mau mandi disini harus bayar” kata-kata itu membuat teman ku sakit hati sehingga dia takut tuk main ke kos ku lagi. Pada suatu hari dia bilang pada pemimpin BIMBEL kami bahwa dia menyuruh kami menyapu halaman parkir karena dibayar dia,padahal tidak sama sekali.kami hanya diberi teh panas. Dan dia juga bilang bahwa aku yang bilang bahwa anak-anak sekarang tidak mau BIMBEL disini karena aku bilang bahwa BIMBEL disini mahal dan tidak bagus fasilitasnya dan dia juga bilang bahwa kami disini hanya jalan-jalan,selalu membantah . Aku dan temanku sangat kaget mendengar pembicaraannya,kami telah difitnah. Sehari kemudian kami selalu diawasi dikos,semua pegawai BIMBEL mengawasi kami dari pagi sampai magrib. Kami merasa seperti penjahat. Kami menjalani hari-hari hanya dikamar,kami tidak pernah keluar,kami keluar hanya untuk belajar. Dan kami hanya makan roti setiap hari. Dan tinggal beberapa hari kami harus berangkat ke karang untuk Tes SNMPTN sehingga kami pulang kampung,kami pergi membawa barang-barang,sebelum pergi, dia meminta kami membayar lagi dan dia selalu menunda keberangkatan kami sampai sore hari dia tetap saja mencari alasan untuk menunda,aku tidak tahu kenapa dia seperti itu. Akhirnya aku mencari alasan untuk pergi,aku menghubungi bapakku,dan aku berpura pura bapakku yang menghubungiku,Dan akhirnya kami bisa pergi juga,sebelum kami pergi dia tetep berusaha untuk menghambat,disaat kami ingin pergi naik angkot malah dia memanggil becak untuk mengantarkan aku keterminal.sementara becak jalnya sangat lambat,kami takut jika ketinggalan bus. Tetapi untungnya kami masih diberi kemudahan,kami bisa pulang dan kami sangat lega sekali bisa bebas dari rumah itu. Serasa keluar dari penjara. Dan akhirnya kami sampai dirumah dengan selamat.tetapi kami harus kembali lagi kesana untuk pergi ke karang. Sehari kemudian aku pergi tuk tes SNMPTN dan ternyata aku tidak keterima di perguruan tinggi yang aku inginkan. Tetapi temanku keterima,aku sangat kecewa dengan diriku sendiri dan aku sangat sedih, semua perjuanganku selama ini sia sia, tetapi aku mencoba mendaftar keperguruan negeri lain,aku mendaftar sendiri,aku tes sendiri tanpa di dampingi siapa pun, aku tetap berusaha apapun yang terjadi. Tetapi akhirnya gagal lagi, aku merasa putus asa,kenapa semua temanku keterima dan aku tidak, padahal aku sudah berusaha sendiri tanpa di dampingi orang tua, sementara temanku kemana-mana selalu di dampingi orang tua. Dua bulan kemudian aku melihat masih ada kampus yang masih membuka pendaftaran. Pagi-pagi aku menghubungi dan siang hari aku langsung keTEKNOKRAT sendiri,padahal aku tidak pernah ke karang sendiri dan aku juga belom tahu dimana tempatnya dan aku tidak tahu harus naik bus apa.tetapi tekat ku sudah bulat,apa pun yang terjadi aku harus berusaha. Dan akhirnya aku sampai diTEKNOKRAT dan aku mendaftar disana dan aku tes disana,aku belajar giat,karena aku tidak mau mengecewakan orang tuaku untuk yang ketiga kalinya. Dan akhirnyA aku diterima. Aku sangat senang sekali. Karena semua usahakuy selama ini tidak sia sia dan aku mulai mengerti bahwa apa yang aku inginkan belum tentu baik untukku, dan aku berfikir mungkin disinilah jalanku untuk menuntut ilmu. Ada pepatah mengatakan bahwa “Unsuccessfulness like strong teacher who work hard for our interest,best and so much love us more than our selves because adverse make wise,though norich” yang artinya:kegagalan dan kesengsaraan adalah guru yang kejam dan keras,yang bekerja demi kepentingan kita,yang tahu segi mana yang lebih baik dan sangat mencintai kita,melebihi kita sendiri karena kegagalan membawa kepandaian walaupun bukan kekayaan.
Tetapi bukan Cuma orang tuaku yang selalu mendukung dan berdoa untukku. Tetapi semua keluargaku,terutama  Kakek dan nenek,mereka selalu memberikan aku petuah setiap aku pulang. Mereka berkata “belajar yang benar,selalu berdoa semoga cita-citamu terwujud dan jangan pernah sombong jika sukses”. Sungguh kata kata yang sederhana tetapi sangat berarti. Hanya itu yang mereka harapkan dariku,sungguh harapan yang mulia. Dan aku pun tak ingin menyia-nyiakan semua pengorbanan mereka. Dan tanpa kusadari itulah kata-kata terakhir dari nenekku, dia tlah pergi meninggalkan aku dan semua keluarga. Aku tak pernah menyangka  semua ini terjadi kepadaku,baru kali ini aku kehilangan orang yang paling aku sayang dan paling berharga di hidupku. Dia pergi disaat aku sedang tak ada disampingnya. Aku sangat sedih kehilanganya,dia benar benar pergi tuk selamanya. Disaat aku pulang ingin melihat wajahnya terakhir kalinya ternyata dia telah dikubur,tambahlah kesedihanku. Sekarang hanya satu yang aku inginkan,aku ingin melihatnya walau hanya dalam mimpi. Senyumnya,suaranya masih teringat dalam pikiranku. Dan dia akhirnya muncul dalam mimpiku,dia tersenyum melihatku,sungguh bahagia sekali aku bisa bertemu denganya walaupun hanya lewat mimpi. Aku sangat senang menjadi cucunya,dan aku sanagat berterima kasih karena dia telah memberikan aku seorang ibu yang baik dan sangat menyayangiku dan semua keluarga. Seminggu kemudian aku tertimpa musibah, setelah pulang kuliag saya dan teman saya menyebrang jalan raya di depan kampus,jalan sangat padat dan temanku yang menyebrangkanku,tak ku sangka da motor yang melaju kencang dan menyalip mobil-mobil di depanya dan motor itu menabrakku sampai aku terbawa terseret motor, sehingga almamater kebanggaanku robek,sepatu robek, aku mencoba berjalan meski dalam kesakitan tetapi aku tak kuat menahan sakit ini, akhirnya aku pingsan dan semua orang mengerumuniku.setelah aku tersadar masih banyak orang yang mengerumuniku dan ada seorang  lelaki yang bertanya kepadaku”apa yang sakit,ayo kedokter” aku sadar tetapi mataku tak bisa melihatnya,mataku masih gelap gulita,dan aku tersadar bahwa kakiku tak bisa berjalan,dan akhirnya aku dibawa ke kosanku, dan ternyata yang membawaku pulang ke kos adalah orang yang menabrak ku dan dia juga sekampus denganku, aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa aku selalu tertimpa musibah,kesedihanku sepeninggalan neneku belum hilang dan sekarang tambah lagi,dan aku selama berhari-hari tidak bisa masuk kuliah, sungguh aku sangat sedih sekali, aku merasa aku tidak berguna. Aku tidak mengatakan keadaan sebenarnya kepada orang tuaku, aku takut mereka akan sangat sedih, mereka masih kehilangan apa lagi jika aku mengatakanya tentang keadaanku,aku hanya mengatakan kepada kakak laki laki ku,dia pun sangat sedih sekali, sudah hampir 2tahun dia tidak bertemu kami dan nenek, padahal nenek sebelum meninggal ingin sekali melihatnya. Tapi takdir berkata lain, semuanya kehendak yang di atas, kami hanya bisa pasrah dan mengikhlaskan semua ini. Dan sampai sekarang aku tetap berusa tuk mewujudkan cita-cita ku, aku disini karena mereka dan aku disini untuk mereka. Jadi aku tidak mau mengecewakan mereka, apa pun yang kan terjadi padaku semua kan ku jalani sebagai tantangan tuk menuju masa depan. Karena aku tahu semua ini tak semudah membalik telapak tangan, semua orang pasti pernah merasakan pahit manisnya kehidupan.
Jadi Jangan melupakan penglaman-pengalaman  masa lalu karena pegalaman-pengalaman itu dapat menjadi penuntun di kemudian hari. Dan aku kan tetap selalu tersenyum meskipun aku sedih, karena aku tahu aku tak bisa membuat orang bahagia jadi aku tak mau membuat orang sedih. Karena bagiku senyuman adalah pancaran hati,senyuman adalah ketulusan hati,senyuman adalah ketabahan hati,dan senyuman adalah ketegaran hati dalam menghadapi setiap masalah hidup di dunia ini.

.